Pulau Punjung, (Antara Sumbar) - Sekitar 1.000 peserta dari Sumatera Barat, Riau, Medan, dan Jambi mengikuti kegiatan olahraga buru babi di Nagari Sialang Gaung, Kecamatan Koto Baru, Kabupaten Dharmasraya, Minggu.
Kegiatan buru babi itu, dibuka secara resmi oleh Bupati Dharmasraya, Sutan Riska didampingi Camat Koto Baru Berlian, Ketua Porbi Zulfahmi, Walinagari Sialang Gaung Sahrial dan lainnya.
Bupati Sutan Riska mengatakan, kegiatan buru babi sangat bermanfaat bagi petani, mengigat sebagian besar masyarakat Dharmasraya adalah petani dan pekebun.
"Dengan diadakan kegiatan ini, hama babi akan berkurang dan hasil pertanian akan meningkat nantinya," tambah bupati.
Selain membasmi hama babi, kegiatan ini juga untuk menjalin hubungan silaturahmi antara pecinta buru babi dan pihaknya berharap kegiatan ini berkelanjutan.
Sementara, Ketua pelaksana buru babi, Syahrial di Pulau Punjung , mengatakan ke 1.000 peserta ini berasal dari Sumatera Barat, Riau, Medan, dan Jambi.
"Masing-masing mereka membawa dua sampai tiga ekor anjing," katanya.
Ia menyebutkan nagari lain yang menjadi lokasi buru babi yakni, Nagari Batu Rijal, Nagari Koto Beringin, Nagari Tiumang, Nagari Sipangkur, Nagari Sungai Langkok, dan Nagari Ampalu.
Ia mengatakan buru babi yang dilaksanakan Persatuan Olahraga Buru Babi (Porbi) Kabupaten Dharmasraya, digelar dalam rangka menyambut hari jadi Kabupaten Dharmasraya ke-14 yang jatuh pada 7 Januari 2018.
Di samping itu, buru babi dilaksanakan dengan tujuan untuk membasmi hama babi di daerah itu, karena keberadaan babi sangat mengganggu tanaman milik warga seperti, sawit, jagung, padi, dan lainnya.
Menurutnya buru babi merupakan olahraga yang bermanfaat bagi petani dan ini merupakan buru babi pertama dengan melibatkan pecinta buru babi antar regional.
"Ke depan, kita akan mengagendakan kegiatan ini setiap tahun, sehingga tanaman petani terlindung dari hama babi," tambahnya. (*)